Lewati ke konten

BBM di Bengkulu Diduga Bermasalah, Kendaraan Mogok Usai Isi Pertalite

Bagikan

Bengkulu,sapuanrakyat.com – Keresahan masyarakat Kota Bengkulu memuncak menyusul munculnya dugaan ketidaksesuaian kualitas Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite yang didistribusikan di salah satu Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) kawasan Lingkar Barat. Puluhan pemilik kendaraan, baik roda dua maupun roda empat, melaporkan kerusakan mendadak pada mesin kendaraan setelah mengisi bahan bakar di lokasi tersebut.

‎Keluhan yang mulai terasa beberapa hari terakhir ini memuncak pada akhir pekan lalu. Gejala yang muncul beragam: mesin tersendat-sendat, tenaga menurun drastis, hingga kendaraan mogok total di tengah jalan dan harus ditarik ke bengkel.

Baca Juga: ‎Polsek Bermani Ulu: Kabar Viral Begal Tangan Dibacok di Bandung Marga Hoax

‎Salah satu warga yang menjadi korban menceritakan bahwa kendaraan keluarganya mengalami gangguan sejak beberapa hari lalu, namun kerusakan parah terjadi pada Sabtu (3/10). Setelah diperiksa mekanik, ditemukan indikasi masalah pada bahan bakar yang digunakan.

Iklan
Iklan dalam artikel

‎”Sejak hari-hari sebelumnya sudah terasa ada yang tidak beres pada mesin. Sabtu kemarin kondisinya memburuk hingga kendaraan tidak bisa digunakan. Setelah dibawa ke bengkel dan diperiksa secara menyeluruh, baru diketahui sumber masalahnya ada pada bahan bakar. Ternyata kami tidak sendirian — banyak pengendara lain yang mengalami hal serupa,” ungkap warga tersebut.

‎Kasus ini tidak hanya menimpa warga umum. Seorang jurnalis lokal juga melaporkan sepeda motornya mengalami penurunan performa yang signifikan setelah mengisi Pertalite di SPBU yang sama.

‎”Sejak mengisi bahan bakar di sana, motor terasa tersendat dan kehilangan tenaga saat digas. Kondisi ini berlangsung terus-menerus selama beberapa hari terakhir,” kata wartawan itu, Sabtu.

‎Rentetan kejadian ini memicu kekhawatiran luas di masyarakat terkait pengawasan dan standar mutu BBM yang beredar di pasaran. Warga menuntut agar pihak berwenang segera melakukan pengujian sampel bahan bakar di lokasi tersebut secara transparan guna membuktikan apakah benar ada ketidaksesuaian spesifikasi atau pencemaran.

‎Masyarakat mendesak Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Selatan bersama pengelola SPBU terkait untuk tidak diam saja. Warga meminta pihak manajemen segera turun ke lapangan, mengambil sampel untuk diuji di laboratorium, serta menetapkan skema pertanggungjawaban dan penggantian kerugian jika terbukti kualitas BBM tidak memenuhi standar yang ditetapkan.

‎‎Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Pertamina terkait insiden tersebut. Masyarakat terus menunggu langkah konkret guna menjamin keamanan dan hak konsumen.

<span;>‎

Tinggalkan komentar