Lewati ke konten

‎Polsek Bermani Ulu: Kabar Viral Begal Tangan Dibacok di Bandung Marga Hoax

Bagikan

RL,sapuanrakyat.com – Polsek Bermani Ulu mengklarifikasi kabar viral yang beredar di akun Facebook Dinda DA terkait dugaan begal yang menyebabkan tangan warga Desa Pal 100 dibacok di Desa Bandung Marga, Kecamatan Bermani Ulu Raya. Setelah turun ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan memeriksa langsung warga yang disebut korban, polisi menyatakan berita tersebut merupakan kesalahpahaman.
‎
‎Berdasarkan keterangan polisi, warga bernama Gun (30 tahun), warga Desa Pal 100, terluka tangan akibat pecahan kaca saat sedang membersihkan rumah pada sore hari sebelumnya. Ia kemudian berangkat ke Curup untuk bertobat bersama adiknya menggunakan sepeda motor dan sempat berhenti di Desa Bandung Marga. Karena tangan terus mengeluarkan darah, orang yang melintas melihatnya lalu berasumsi bahwa ia menjadi korban begal tanpa menanyakan kebenarannya. Asumsi tersebut kemudian menjadi postingan viral di media sosial.
‎
“Yang viral tentang emak‑emak dibegal, pemuda dibuntuti oleh orang berbonceng tiga, serta laki‑laki tangan dibacok akibat begal itu semuanya hoax,” tegas Kapolsek Bermani Ulu, IPTU Ronal Pasaribu, S.H., M.H.

‎Ronal menegaskan bahwa meskipun ada kasus begal nyata di wilayah Dataran Tapus, yaitu satu kasus pagi hari yang menimpa anak MAN dan satu kasus sore hari yang menimpa siswi PKL, hal tersebut berbeda dengan kabar yang beredar di akun Dinda DA. Bahkan untuk kasus nyata di Dataran Tapus, ciri‑ciri pelaku sudah diketahui karena kedua korban sempat melihat langsung wajah pelaku.
‎
‎Kapolsek Bermani Ulu juga menyatakan terus melakukan patroli intensif di titik‑titik rawan serta jam‑jam rawan di Desa Dataran Tapus dan Desa Bandung Marga. Patroli dilakukan baik menggunakan pakaian dinas untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat, maupun penyamaran untuk menyelidiki dan menangkap pelaku curanmor serta begal.
‎
‎Ia mengajak seluruh masyarakat untuk bijak bermedia sosial dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Jika membutuhkan informasi, pengawalan gratis, atau melaporkan kejadian, warga diminta menghubungi nomor layanan Polisi 110.

Baca Juga: ‎Menangis di Sidang, Mantan Bupati Fikri Thobari Mohon Keringanan Hukuman

“Jangan langsung menyimpulkan kejadian hanya dari visual saja. Jika ada kejadian nyata, laporkan ke polisi agar kami segera menindaklanjuti,” pungkasnya.

Tinggalkan komentar