Lewati ke konten

‎Motif Kaganga Wastra Rejang Tampil di Panggung Nasional

Bagikan

‎Bengkulu, SapuanRakyat.com – Kekayaan budaya Suku Rejang kini naik ke panggung fesyen nasional menuju pasar global melalui dukungan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu. UMKM binaan IKRA Indonesia, Mode by Cheka, tampil di Indonesia International Modest Fashion Festival (IN2MOTIONFEST) 2026 yang digelar di Jakarta International Convention Center (JICC), menampilkan kreasi busana modest fashion berbasis motif Kaganga — inspirasi dari aksara dan naskah kuno masyarakat Rejang.

Keikutsertaan ini bukan sekadar pameran budaya, melainkan bagian dari program IKRA Indonesia yang telah dijalankan BI sejak 2018 bersama Indonesian Fashion Chamber (IFC) dan lembaga terkait. Program tersebut mencakup kurasi, pelatihan, pendampingan, serta penguatan kapasitas UMKM kreatif agar mampu meningkatkan kualitas produk, membangun merek, dan memperluas jaringan bisnis.

Baca Juga: ‎Peringati Hari Sumpah Pemuda, Kapolsek Lebong Selatan Jadi Inspektur Upacara di SMPN 06 Lebong

‎IN2MOTIONFEST sendiri merupakan rangkaian dari Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) ke‑13 dan berkolaborasi dengan Jakarta Muslim Fashion Week (JMFW) untuk pertama kalinya pada penyelenggaraan kelima ini.
‎
‎Motif Kaganga yang diangkat Mode by Cheka menyatukan warisan leluhur dengan desain kontemporer. Melalui sentuhan ini, wastra Rejang mendapatkan wajah baru: tetap mempertahankan identitas budaya, namun siap bersaing di industri fesyen modern.

Iklan
Iklan dalam artikel

Ajang ini memberi kesempatan bagi UMKM untuk bertemu dengan pembeli potensial, pelaku industri fesyen, serta mitra bisnis dari dalam dan luar negeri.
‎
Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Aida S. Budiman, menyampaikan saat pembukaan IN2MOTIONFEST pada 14 Oktober 2026 bahwa Indonesia memiliki peluang besar menjadi kekuatan utama dalam industri modest fashion dunia.

Data State of the Global Islamic Economy (SGIE) 2025/2026 menempatkan Indonesia pada peringkat pertama dunia di sektor ini — sebuah potensi besar yang juga dapat dimanfaatkan oleh pelaku usaha Bengkulu.
‎
‎Namun, ada tantangan yang masih harus dihadapi: tampil di panggung besar belum otomatis berarti tercapainya transaksi. Diperlukan peningkatan kapasitas produksi, konsistensi kualitas, penetapan harga yang tepat, penguatan merek, serta manajemen usaha agar kehadiran di festival ini berlanjut menjadi kemitraan dagang dan pertumbuhan usaha yang berkelanjutan.
‎
Dengan adanya dukungan BI Bengkulu, Mode by Cheka mendapatkan akses untuk menunjukkan bahwa budaya daerah bukan hanya kenangan masa lalu, melainkan sumber kekuatan ekonomi kreatif.

Diharapkan, keberhasilan mempromosikan motif Kaganga dapat menginspirasi lebih banyak pelaku UMKM di Provinsi Bengkulu untuk menggali potensi budaya lokal dan mengubahnya menjadi produk bernilai tambah yang dikenal hingga mancanegara.

Tinggalkan komentar