Lewati ke konten

Cegah Konflik Pilkades, BMA Lebong Luncurkan Pengamanan Berbasis Kearifan Lokal

Bagikan

Lebong, Sapuanrakyat.com – Menyikapi situasi politik menjelang Pilkades Serentak Tahun 2026 di Kabupaten Lebong yang dinilai semakin memanas dan rentan memicu ketegangan, Badan Musyawarah Adat (BMA) Kabupaten Lebong menyusun langkah strategis mencegah potensi konflik, baik selama maupun pasca-pilkades.

Langkah ini ditempuh sebagai pendamping jalur keamanan formal TNI, Polri, dan Satlinmas, dengan tetap menjaga sinergi dan kolaborasi antar pihak.

Baca Juga: ‎Peringati Hari Sumpah Pemuda, Kapolsek Lebong Selatan Jadi Inspektur Upacara di SMPN 06 Lebong

Ketua BMA Kabupaten Lebong, Ariyanto, menyampaikan keprihatinan mendalam melihat dinamika yang berkembang di masyarakat.

Iklan
Iklan dalam artikel

“Dari pantauan kami di lapangan dan berbagai sumber, ketegangan politik di sejumlah desa sudah terasa memanas. Jika tidak segera diredam, dikhawatirkan memicu konflik yang merugikan persatuan warga. Oleh karena itu, BMA hadir dengan pendekatan kultural — mendekati hati, bukan kekuatan — agar Pilkades berjalan damai dan persaudaraan tetap terjaga,” ujar Ariyanto, Selasa (27/10/2026).

📋 Skema Pengamanan Berbasis Adat

Dalam skema yang disusun BMA Lebong, kearifan lokal menjadi tulang punggung pengamanan damai, meliputi:

– Atribut dan seni budaya adat lokal digunakan di lingkungan TPS oleh panitia
​
– Tua-tua desa terlibat aktif menjaga suasana kondusif selama proses pemilihan
​
– Sumpah adat oleh para calon kepala desa kepada leluhur, dengan tata cara Asal Mulo Jijai
​
– Penandatanganan Ikrar Damai (Ikrar Budaya) melalui proses adat sakral Mem Kemnyen, sebagai ikatan moral dan spiritual seluruh peserta

🤝 Mediasi Adat Sebagai Jalur Pertama

Ariyanto menegaskan bahwa peran tokoh adat dan tua-tua desa menjadi garda terdepan penyelesaian perselisihan antar pendukung calon. Setiap sengketa diupayakan diselesaikan secara kekeluargaan melalui jalur adat sebelum berkembang lebih jauh.

BMA Lebong juga berencana bergerak cepat mendatangi desa-desa yang dinilai rawan konflik, untuk memperkuat komitmen damai bersama para tokoh adat, tua-tua desa, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, dan tokoh perempuan.

“Adat adalah perekat kita. Saat politik memisahkan, kearifan leluhur yang menyatukan. Semoga Pilkades serentak tahun ini di Bumi Suarang Pantang Setumang berjalan lancar, aman, dan damai,” tambah Ariyanto.

Tinggalkan komentar