Lewati ke konten

‎Kebakaran Dua Rumah di Tebat Tenong Dalam Rejang Lebong, Seorang Lansia Tuli Meninggal Dunia

Bagikan

RL, Sapuanrakyat.com – Sebuah peristiwa kebakaran melanda Dusun 1 Desa Tebat Tenong Dalam, Kecamatan Bermani Ulu, Kabupaten Rejang Lebong pada Senin dini hari (26/10/2026), yang merenggut nyawa satu warga lanjut usia dan menghanguskan dua unit rumah semi‑permanen.
‎
‎Berdasarkan laporan yang diterima dari Kapolsek Bermani Ulu, kejadian bermula sekitar pukul 00.30 WIB ketika saksi Ani Hartati melihat api sudah membesar dari bagian belakang rumah milik Batul. Saksi segera berteriak memanggil warga untuk melakukan pemadaman; namun karena rumah banyak terbuat dari kayu, api dengan cepat menyambar rumah sebelah milik Madin.
‎
Dalam kepanikan awal, warga dan keluarga telah mengamankan Batul serta mengira Utima (istri Batul, berusia 71 tahun dan mengalami gangguan pendengaran/tuli) juga sudah keluar rumah. Padahal Utima sedang tertidur di ruangan tengah dan tidak mengetahui adanya bahaya.

Mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi dan bersama warga serta anggota Polsek Bermani Ulu berhasil memadamkan api sekitar pukul 02.00 WIB. Setelah api mereda, petugas menemukan Utima telah meninggal dunia di dalam rumah.
‎
‎Dua unit rumah semi‑permanen milik Batul dan Madin hangus terbakar; kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp350 juta. Sementara itu, keluarga Madin yang terdiri dari Madin, Dewi dan satu cucunya berhasil menyelamatkan diri sebelum api meluas.
‎
Dugaan sementara dari keterangan saksi serta pemeriksaan awal unit INAFIS Satreskrim Polres Rejang Lebong menyebutkan bahwa api kemungkinan berasal dari korsleting listrik.

Baca Juga: ‎Polsek Bermani Ulu: Kabar Viral Begal Tangan Dibacok di Bandung Marga Hoax

‎Kapolsek Bermani Ulu, IPTU Ronal Pasaribu, S.H., M.H., mengatakan bahwa, Polsek Bermani Ulu telah melakukan pemeriksaan lokasi, mengumpulkan keterangan saksi, melakukan pengambilan barang bukti serta menghubungkan tim INAFIS untuk mengidentifikasi korban.

Iklan
Iklan dalam artikel

Kemudian, keluarga korban menyatakan menolak dilakukan autopsi dan telah membuat surat pernyataan terkait hal tersebut.
‎
‎“Anggota Polsek bersama pemadam kebakaran dan warga segera turun ke lokasi untuk menyelamatkan warga serta melakukan pemadaman. Kami juga terus melakukan penyelidikan awal guna memastikan kronologi dan penyebab kejadian secara lebih lengkap,” pungkasnya.

Polisi juga mengimbau masyarakat untuk memeriksa secara berkala instalasi listrik di rumah, terutama bagi rumah berbahan kayu dan bagi keluarga yang memiliki anggota lansia dengan gangguan pendengaran, agar segera memiliki sistem peringatan darurat serta jalur evakuasi yang jelas guna mengantisipasi bahaya kebakaran.

Tinggalkan komentar