Lebong — Nama Bong Kopen, SH, MH, kian santer dibicarakan di pelosok Desa Semelako, Kecamatan Lebong Tengah, hingga ke sudut-sudut ibu kota kabupaten. Sosok pengacara yang namanya kini dikenal luas di Provinsi Jawa Barat itu ternyata lahir dan tumbuh besar di tanah Lebong. Ia bukan pendatang, melainkan putra asli yang merantau, berjuang, dan kini dipanggil pulang.
Riwayat Hidup & Perjalanan Merantau
Bong Kopen lahir di Desa Semelako, Kecamatan Lebong Tengah, Kabupaten Lebong, dari keluarga sederhana yang mengajarkan nilai kerja keras dan kejujuran sejak dini. Menyelesaikan pendidikan dasar di sekolah setempat, ia kemudian melanjutkan pendidikan tinggi di salah satu universitas ternama di Pulau Jawa, mengambil jurusan Ilmu Hukum.
Di perantauan, ia tidak mengandalkan kemewahan. Bong Kopen memulai karier dari bawah — bekerja paruh waktu semasa kuliah, menimba pengalaman di berbagai lembaga bantuan hukum, hingga akhirnya mendirikan kantor hukumnya sendiri di kawasan Bandung, Jawa Barat. Selama lebih dari dua dekade, ia menangani ratusan perkara, mulai dari sengketa tanah, korporasi, hingga pembelaan kelompok rentan. Ketenangannya menganalisis masalah, ketegasannya di meja hijau, serta prinsipnya yang tidak menawar keadilan membuat namanya diperhitungkan di dunia hukum nasional.
Meski jauh dari kampung halaman, Bong Kopen tidak pernah memutuskan hubungan. Ia kerap pulang ke Semelako, membantu anak-anak putus sekolah, mendukung perbaikan fasilitas ibadah, dan menjadi tempat bertanya bagi warga yang membutuhkan bantuan hukum tanpa biaya. Baginya, kesuksesan sejati bukan sekadar materi, melainkan mampu menjadi jembatan bagi orang-orang yang tertinggal di kampung halaman.
Potensi Kepemimpinan yang Dinanti
Kini, nama Bong Kopen muncul sebagai salah satu figur yang diusulkan masyarakat untuk memimpin Kabupaten Lebong. Kombinasi latar belakangnya — tumbuh di tengah kehidupan masyarakat pedesaan Lebong sekaligus menguasai tata kelola hukum dan kemitraan tingkat nasional — dianggap sebagai perpaduan yang jarang dimiliki calon pemimpin daerah.
Warga melihat sosok yang tidak perlu belajar memahami Lebong dari buku, melainkan merasakannya sendiri: bagaimana berjalan di tanah Semelako, bagaimana kesulitan mengakses pelayanan dasar, hingga bagaimana harapan pemuda yang ingin melanjutkan pendidikan. Di sisi lain, ia telah membuktikan kemampuannya mengelola urusan yang kompleks, berjejaring dengan tokoh-tokoh nasional, serta membangun kepercayaan di lingkungan profesional .
”Kami tidak membutuhkan pemimpin yang hanya pandai bicara di atas panggung, melainkan yang paham dari mana ia berasal. Bong Kopen adalah bukti: anak Lebong bisa sukses di mana pun, dan ia tidak lupa pulang,” ujar salah satu tokoh masyarakat di Lebong Tengah.
Langkah ke Depan
Hingga saat ini, Bong Kopen belum menyatakan secara resmi langkah politiknya. Namun desakan warga semakin kuat. Bagi masyarakat Lebong, kehadiran namanya telah membuka babak baru: bahwa harapan pembangunan tidak harus datang dari luar, tetapi bisa tumbuh dari anak-anak daerah yang merantau, sukses, dan kembali membawa perubahan.
Apakah Bong Kopen akan menjawab panggilan tersebut? Waktu akan menjawab. Satu hal yang pasti — percakapan di kedai kopi, di kebun, hingga di ruang-ruang pertemuan warga kini berpusat pada satu nama: putra Semelako yang sukses di Jawa Barat, dan kini dipanggil pulang untuk membangun Lebong.
