Lebong,sapuanrakyat.com – Bupati Lebong, H. Azhari, S.H., M.H., menghadiri prosesi adat Dou Leluhur dan ritual Muang Apem di Dam Sabo Pasir Lebar, Desa Semelako Atas, Kecamatan Bingin Kuning. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menjaga tradisi leluhur sekaligus memperkuat nilai kebersamaan masyarakat Kabupaten Lebong.
Kegiatan tersebut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Lebong, Dr. H. Syarifudin, S.Sos., M.Si., jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), kepala organisasi perangkat daerah (OPD), Ketua TP-PKK Kabupaten Lebong, Dian Rismawati, S.H., M.H., Ketua GOW Marthalinda Dwi Putri, Ketua Badan Musyawarah Adat (BMA) Kabupaten Lebong, Ariyanto, serta tokoh adat dan masyarakat setempat.
Baca Juga: Menangis di Sidang, Mantan Bupati Fikri Thobari Mohon Keringanan Hukuman
Muang Apem, Tradisi Syukur dan Doa Keselamatan Ritual Muang Apem merupakan tradisi turun-temurun masyarakat Rejang yang mengandung nilai penghormatan kepada leluhur, ungkapan rasa syukur, serta doa memohon keselamatan dan keberkahan bagi masyarakat.
Prosesi berlangsung khidmat melalui doa bersama dan rangkaian ritual adat. Tradisi ini juga menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi sekaligus mengingatkan generasi muda akan pentingnya menjaga identitas budaya daerah.
Dalam sambutannya, Bupati Lebong, H. Azhari, menegaskan bahwa adat dan budaya merupakan bagian penting dari jati diri masyarakat Lebong yang harus terus dipelihara di tengah perkembangan zaman.
“Tradisi Dou Leluhur dan Muang Apem ini bukan sekadar ritual seremonial, tetapi merupakan jati diri dan identitas Kabupaten Lebong,” ujar Azhari.
Sementara itu, Ketua BMA Lebong, Ariyanto, menyampaikan bahwa BMA Lebong dan Pemerintah Kabupaten Lebong berkomitmen mendukung pelestarian kearifan lokal agar nilai-nilai luhur yang diwariskan para leluhur tidak tergerus modernisasi.
Ia juga mengajak generasi muda untuk mengenal, mencintai, dan meneruskan tradisi daerah sebagai bagian dari tanggung jawab bersama.
“Jangan pernah malu dengan adat kita. Mari kita jaga, kita rawat, dan kita wariskan nilai-nilai luhur ini kepada anak cucu kita,” tegasnya.
Menurut Azhari, pembangunan daerah tidak hanya berorientasi pada infrastruktur fisik, tetapi juga perlu diiringi penguatan karakter, persatuan, dan kebudayaan masyarakat.
Sementara itu, Ketua BMA Kabupaten Lebong, Ariyanto, turut menyampaikan pentingnya menjaga keberlangsungan adat istiadat sebagai warisan leluhur masyarakat Rejang.
Pelaksanaan Dou Leluhur dan Muang Apem menjadi salah satu ruang bagi masyarakat adat untuk mempertahankan tradisi sekaligus mengenalkan nilai-nilai budaya kepada generasi penerus.
Kehadiran pemerintah daerah dalam kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, lembaga adat, tokoh masyarakat, dan generasi muda dalam menjaga kebudayaan lokal.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan doa bersama dan prosesi adat Muang Apem yang diikuti para tamu undangan serta masyarakat.
Melalui kegiatan ini, masyarakat berharap tradisi leluhur tetap terjaga dan diwariskan secara berkelanjutan sebagai bagian dari kekayaan budaya Kabupaten Lebong, Bumi Swarang Patang Stumang.
Bupati Azhari Hadiri Ritual Muang Apem, Tegaskan Adat Rejang Harus Tetap Lestari
LEBONG, Kamis, 15 Oktober 2026 — Bupati Lebong, H. Azhari, S.H., M.H., menghadiri prosesi adat Dou Leluhur dan ritual Muang Apem di Dam Sabo Pasir Lebar, Desa Semelako Atas, Kecamatan Bingin Kuning. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menjaga tradisi leluhur sekaligus memperkuat nilai kebersamaan masyarakat Kabupaten Lebong.
Kegiatan tersebut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Lebong, Dr. H. Syarifudin, S.Sos., M.Si., jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), kepala organisasi perangkat daerah (OPD), Ketua TP-PKK Kabupaten Lebong, Dian Rismawati, S.H., M.H., Ketua GOW Marthalinda Dwi Putri, Ketua Badan Musyawarah Adat (BMA) Kabupaten Lebong, Ariyanto, serta tokoh adat dan masyarakat setempat.
Muang Apem, Tradisi Syukur dan Doa Keselamatan
Ritual Muang Apem merupakan tradisi turun-temurun masyarakat Rejang yang mengandung nilai penghormatan kepada leluhur, ungkapan rasa syukur, serta doa memohon keselamatan dan keberkahan bagi masyarakat.
Prosesi berlangsung khidmat melalui doa bersama dan rangkaian ritual adat. Tradisi ini juga menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi sekaligus mengingatkan generasi muda akan pentingnya menjaga identitas budaya daerah.
Dalam sambutannya, Bupati Lebong, H. Azhari, menegaskan bahwa adat dan budaya merupakan bagian penting dari jati diri masyarakat Lebong yang harus terus dipelihara di tengah perkembangan zaman.
“Tradisi Dou Leluhur dan Muang Apem ini bukan sekadar ritual seremonial, tetapi merupakan jati diri dan identitas Kabupaten Lebong,” ujar Azhari.
Ia menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Lebong berkomitmen mendukung pelestarian kearifan lokal agar nilai-nilai luhur yang diwariskan para leluhur tidak tergerus modernisasi.
Bupati juga mengajak generasi muda untuk mengenal, mencintai, dan meneruskan tradisi daerah sebagai bagian dari tanggung jawab bersama.
“Jangan pernah malu dengan adat kita. Mari kita jaga, kita rawat, dan kita wariskan nilai-nilai luhur ini kepada anak cucu kita,” tegasnya.
Menurut Azhari, pembangunan daerah tidak hanya berorientasi pada infrastruktur fisik, tetapi juga perlu diiringi penguatan karakter, persatuan, dan kebudayaan masyarakat.
Sementara itu, Ketua BMA Kabupaten Lebong, Ariyanto, turut menyampaikan pentingnya menjaga keberlangsungan adat istiadat sebagai warisan leluhur masyarakat Rejang.
Pelaksanaan Dou Leluhur dan Muang Apem menjadi salah satu ruang bagi masyarakat adat untuk mempertahankan tradisi sekaligus mengenalkan nilai-nilai budaya kepada generasi penerus.
Kehadiran pemerintah daerah dalam kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, lembaga adat, tokoh masyarakat, dan generasi muda dalam menjaga kebudayaan lokal.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan doa bersama dan prosesi adat Muang Apem yang diikuti para tamu undangan serta masyarakat.
Melalui kegiatan ini, masyarakat berharap tradisi leluhur tetap terjaga dan diwariskan secara berkelanjutan sebagai bagian dari kekayaan budaya Kabupaten Lebong, Bumi Swarang Patang Stumang.
Bupati Azhari Hadiri Ritual Muang Apem, Tegaskan Adat Rejang Harus Tetap Lestari
LEBONG, Kamis, 15 Oktober 2026 — Bupati Lebong, H. Azhari, S.H., M.H., menghadiri prosesi adat Dou Leluhur dan ritual Muang Apem di Dam Sabo Pasir Lebar, Desa Semelako Atas, Kecamatan Bingin Kuning. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menjaga tradisi leluhur sekaligus memperkuat nilai kebersamaan masyarakat Kabupaten Lebong.
Kegiatan tersebut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Lebong, Dr. H. Syarifudin, S.Sos., M.Si., jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), kepala organisasi perangkat daerah (OPD), Ketua TP-PKK Kabupaten Lebong, Dian Rismawati, S.H., M.H., Ketua GOW Marthalinda Dwi Putri, Ketua Badan Musyawarah Adat (BMA) Kabupaten Lebong, Ariyanto, serta tokoh adat dan masyarakat setempat.
Muang Apem, Tradisi Syukur dan Doa Keselamatan Ritual Muang Apem merupakan tradisi turun-temurun masyarakat Rejang yang mengandung nilai penghormatan kepada leluhur, ungkapan rasa syukur, serta doa memohon keselamatan dan keberkahan bagi masyarakat.
Prosesi berlangsung khidmat melalui doa bersama dan rangkaian ritual adat. Tradisi ini juga menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi sekaligus mengingatkan generasi muda akan pentingnya menjaga identitas budaya daerah.
Dalam sambutannya, Bupati Lebong, H. Azhari, menegaskan bahwa adat dan budaya merupakan bagian penting dari jati diri masyarakat Lebong yang harus terus dipelihara di tengah perkembangan zaman.
“Tradisi Dou Leluhur dan Muang Apem ini bukan sekadar ritual seremonial, tetapi merupakan jati diri dan identitas Kabupaten Lebong,” ujar Azhari.
Ia menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Lebong berkomitmen mendukung pelestarian kearifan lokal agar nilai-nilai luhur yang diwariskan para leluhur tidak tergerus modernisasi.
Bupati juga mengajak generasi muda untuk mengenal, mencintai, dan meneruskan tradisi daerah sebagai bagian dari tanggung jawab bersama.
“Jangan pernah malu dengan adat kita. Mari kita jaga, kita rawat, dan kita wariskan nilai-nilai luhur ini kepada anak cucu kita,” tegasnya.
Menurut Azhari, pembangunan daerah tidak hanya berorientasi pada infrastruktur fisik, tetapi juga perlu diiringi penguatan karakter, persatuan, dan kebudayaan masyarakat.
Sementara itu, Ketua BMA Kabupaten Lebong, Ariyanto, turut menyampaikan pentingnya menjaga keberlangsungan adat istiadat sebagai warisan leluhur masyarakat Rejang.
Pelaksanaan Dou Leluhur dan Muang Apem menjadi salah satu ruang bagi masyarakat adat untuk mempertahankan tradisi sekaligus mengenalkan nilai-nilai budaya kepada generasi penerus.
Kehadiran pemerintah daerah dalam kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, lembaga adat, tokoh masyarakat, dan generasi muda dalam menjaga kebudayaan lokal.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan doa bersama dan prosesi adat Muang Apem yang diikuti para tamu undangan serta masyarakat.
Melalui kegiatan ini, masyarakat berharap tradisi leluhur tetap terjaga dan diwariskan secara berkelanjutan sebagai bagian dari kekayaan budaya Kabupaten Lebong, Bumi Swarang Patang Stumang.

