Lewati ke konten

Rocky Gerung & Anwar Usman: Dari Berseberangan Menjadi Satu Barisan di Wantimpres

Bagikan

JAKARTA — Dunia politik Indonesia kembali menyajikan kejutan. Pengamat politik Rocky Gerung dan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman kini resmi bergabung dalam Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres), setelah dilantik Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jumat (2/10/2026).
‎
<span;>‎Penunjukan keduanya memancing beragam reaksi. Pasalnya, nama mereka dulu kerap disebut dalam perdebatan sengit terkait Putusan MK yang membuka peluang Gibran Rakabuming Raka maju sebagai calon wakil presiden pada Pemilu 2024.
‎
‎Saat itu, Anwar Usman memimpin lembaga yang mengeluarkan putusan tersebut. Keputusan itu menuai pro-kontra tajam, hingga Majelis Kehormatan MK menemukan pelanggaran etik berat yang menjatuhkan jabatan ketuanya. Sementara di sisi lain, Rocky Gerung tampil sebagai kritikus paling vokal, menilai putusan itu sarat kepentingan politik dan merusak kepercayaan publik terhadap lembaga peradilan.
‎
‎Kini, dinamika berbalik arah. Dua tokoh yang dulu berada di kutub berlawanan justru duduk berdampingan dalam lembaga penasihat tertinggi kepresidenan.
‎
‎Beragam Pandangan Masyarakat
‎
‎Sejumlah pengamat menilai langkah ini sebagai upaya Presiden menyatukan beragam elemen bangsa. “Ini sinyal bahwa pemerintahan ingin mendengar suara dari berbagai latar, termasuk yang dulu kritis,” ujar pengamat politik salah satu universitas ternama.
‎
‎Namun, tidak sedikit yang menyampaikan kekhawatiran. Sebagian pihak mempertanyakan konsistensi sikap kedua tokoh tersebut. “Bagaimana mereka menyatukan pandangan yang dulu sangat bertolak belakang? Apakah kritik akan tetap lantang atau justru meredup?” demikian pertanyaan yang berkembang di kalangan masyarakat.
‎
‎Sementara itu, Rocky Gerung menegaskan posisinya tak berubah. “Saya tidak akan menurunkan standar kritis saya. Setiap kebijakan akan saya periksa dampaknya bagi rakyat, sebelum disampaikan kepada Presiden,” ujarnya tak lama setelah pelantikan.
‎
‎Di sisi lain, Anwar Usman menyatakan siap mengabdi secara profesional. “Kami datang membawa pengalaman masing-masing. Tugas sekarang adalah menyatukan pemikiran demi kepentingan bangsa,” ucapnya singkat.
‎
‎Publik kini menanti: bagaimana dua tokoh dengan latar dan pandangan yang dulu bertentangan akan menyelaraskan langkah? Apakah kehadiran mereka justru memperkaya diskusi di lingkaran kepresidenan, atau justru menyimpan potensi perpecahan baru? Waktu yang akan menjawab.

Tinggalkan komentar