Lebong,sapuanrakyat.com – Keluhan terkait dugaan kualitas Bahan Bakar Minyak (BBM) yang tidak sesuai spesifikasi kian meluas di Kabupaten Lebong.
Kali ini datang dari kalangan pelaku usaha perkebunan dan perdagangan kopi, yang menyebut kendaraan operasionalnya kerusakan berulang usai mengisi bahan bakar di sejumlah stasiun pengisian.
Seorang pengusaha kopi di Lebong mengaku sangat dirugikan. Dalam kurun waktu sepuluh hari terakhir, bus miliknya mengalami gangguan mesin yang memaksa komponen kendaraan dibongkar hampir setiap dua hari sekali.
Padahal, ia sudah mencampur bahan bakar dengan jenis Pertamina Dex yang seharusnya menjaga kualitas mesin tetap prima, namun kendala tetap terjadi.
”Saya sudah berusaha mengantisipasi dengan mencampur BBM tersebut, tapi hasilnya tetap sama. Mesin tersendat, lalu mati, harus dibongkar lagi. Ke mana lagi kami harus mengisi jika bukan di SPBU resmi?” ungkapnya dengan nada kecewa, Minggu (4/10).
Kondisi ini tentu membebani biaya operasional yang tidak sedikit. Selain biaya perbaikan yang berulang, pengiriman hasil panen kopi ke pasar menjadi terhambat dan berisiko merugikan petani maupun pedagang.
Hingga kini, belum ada penjelasan resmi dari pihak berwenang terkait keluhan yang mulai meluas di masyarakat ini.
Warga berharap instansi terkait segera turun ke lapangan, melakukan pengecekan, dan memberikan solusi agar kepercayaan terhadap pasokan BBM di daerah ini pulih kembali.
BBM Bermasalah di Bengkulu, Toke Kopi Rugi Besar: Bus Harus Dibongkar Tiap Dua Hari
