Lebong,sapuanrakyat com – Kabupaten Lebong menegaskan kedudukannya sebagai salah satu sentra penghasil kopi terbesar di Provinsi Bengkulu, dengan total produksi tahunan mencapai 5.014 ton. Di antara seluruh kecamatan, Kecamatan Topos berdiri sebagai penyumbang hasil tertinggi, yakni 1.302 ton atau lebih dari seperlima keseluruhan produksi daerah.
Di dalam Topos sendiri, Desa Ajai Siang menjadi desa penghasil kopi terbesar dengan capaian 233 ton per tahun, menempatkan kawasan ini sebagai jantung pertanian sekaligus penopang perekonomian masyarakat di pelosok Lebong.
Kendati berkontribusi besar terhadap pendapatan daerah dan rantai pasok komoditas nasional, kesejahteraan petani di wilayah penghasil belum sebanding dengan jerih payah mereka. Atas dasar itulah, masyarakat dan tokoh pemangku kepentingan mendesak anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lebong untuk segera memperjuangkan pemberlakuan Dana Bagi Hasil (DBH) bagi komoditas kopi.
Jika DBH kopi terealisasi, manfaatnya akan langsung dirasakan hingga ke pelosok desa di Topos. Dana tersebut dapat dialokasikan untuk:
✅ Pembangunan dan perbaikan infrastruktur — perbaikan jalan kebun, akses desa, jembatan, serta sarana transportasi hasil panen agar tidak lagi terhambat saat musim hujan.
✅ Peningkatan fasilitas pendidikan — pembangunan dan pemeliharaan gedung sekolah, penyediaan sarana belajar yang layak, hingga beasiswa bagi generasi penerus petani agar dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
✅ Pengembangan pertanian — pembaruan bibit unggul, pelatihan pengolahan pascapanen, serta penguatan koperasi petani agar harga jual kopi semakin menguntungkan.
”Tanah kami menghasilkan kopi berkualitas tinggi yang dikenal hingga ke luar daerah. Sudah sepantasnya sebagian hasil itu kembali ke sini — membangun jalan yang mulus, sekolah yang nyaman, dan masa depan anak-anak kami. DBH bukan sekadar angka, melainkan hak warga yang merawat tanah ini,” ungkap seorang tokoh masyarakat Kecamatan Topos.
Sampai saat ini, usulan pemberlakuan DBH kopi masih terus didesakkan ke pemerintah pusat. Masyarakat berharap para wakil rakyat di DPRD menjadikan perjuangan ini prioritas utama, agar kemakmuran yang tumbuh dari tanah Topos benar-benar dinikmati oleh warga Topos sendiri.
