SapuanRakyat.com – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menerima kunjungan kenegaraan Presiden Republik Arab Mesir, Abdel Fattah El-Sisi, di Istana Merdeka, Jakarta, pada Minggu (11/10/2026). Pertemuan bilateral berlangsung dalam suasana yang hangat dan produktif, sekaligus mempertegas eratnya hubungan persahabatan kedua negara yang telah terjalin sejak lama.
Saat membuka pertemuan, Presiden Prabowo menyambut langsung kedatangan Presiden El-Sisi beserta delegasi. Ia menyebut kunjungan ini sebagai momen penting yang melanjutkan kesepakatan yang telah dibangun sebelumnya.
Baca Juga: Menangis di Sidang, Mantan Bupati Fikri Thobari Mohon Keringanan Hukuman
“Selamat datang kepada Yang Mulia Presiden Abdel Fattah El-Sisi beserta seluruh delegasi di Jakarta, Indonesia. Ini adalah kehormatan besar bagi saya, dapat menerima kunjungan kenegaraan yang merupakan balasan dari kunjungan kenegaraan saya pada tahun 2025, dan sebelumnya tahun 2024”, ujar Presiden Prabowo
Presiden Prabowo kemudian menegaskan bahwa pertemuan kali ini bukan sekadar silaturahmi, melainkan langkah konkret untuk mewujudkan kemitraan strategis yang telah disepakati bersama.
“Dalam kunjungan saya ke Mesir pada bulan April 2025, kami telah sepakat untuk meningkatkan hubungan kedua negara ke tingkat kemitraan strategis. Melalui pembicaraan yang sangat intensif dan produktif, kunjungan Yang Mulia kali ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat kemitraan tersebut. Kemitraan tersebut memerlukan kerja sama yang konkret, yang akan membawa manfaat nyata bagi kedua masyarakat kita”, ungkapnya.
Presiden juga menyoroti sejumlah bidang prioritas yang akan diperkuat bersama Mesir, terutama di sektor ekonomi, perdagangan, hingga industri pertahanan.
“Kami juga sepakat untuk memperkuat kerja sama di berbagai bidang, terutama bidang ekonomi, perdagangan, dan investasi. Untuk itu, kami telah mendorong pembentukan Perjanjian Kemitraan Ekonomi antara Indonesia dan Mesir serta pembentukan Dana Investasi Bersama. Kami sepakat memperkuat kerja sama di bidang industri pertahanan dan peningkatan kapasitas melalui program pendidikan dan pelatihan bersama, serta pertukaran kunjungan antar-pimpinan dan para ahli”, katanya.
Sementara itu, Presiden El-Sisi menyampaikan apresiasinya atas sambutan hangat yang diterimanya sejak tiba di Indonesia. Ia menekankan bahwa kedekatan kedua bangsa bukan hal yang baru, melainkan berakar pada sejarah panjang persahabatan.
”Sesungguhnya, sejak saat saya tiba, sambutan ramah dan hangat yang diberikan oleh rakyat Indonesia telah menjadi sumber apresiasi, kekaguman, kebanggaan, dan rasa terima kasih yang luar biasa”, ungkapnya.
Presiden El-Sisi juga mengingat peran penting Mesir dalam sejarah kemerdekaan Indonesia, serta komitmen bersama memperkuat suara negara-negara berkembang di panggung dunia.
”Mesir dan Indonesia terikat hubungan sejarah yang mendalam. Mesir adalah salah satu negara pertama yang mengakui kemerdekaan Indonesia dan menjalin hubungan diplomatik pada tahun 1947. Kami berbagi komitmen untuk memperkuat suara negara-negara Selatan Global”, pungkasnya.
Ia menambahkan bahwa kesepakatan yang ditandatangani hari ini adalah wujud nyata dari kemitraan strategis yang telah disepakati kedua belah pihak sebelumnya.
“Setelah kunjungan Presiden Indonesia pada April 2025 yang kemudian diumumkan peningkatan hubungan kedua negara ke tingkat kemitraan strategis, hal itu membuka wacana yang lebih luas untuk mendatangkan manfaat nyata bagi rakyat kedua negara”, demikian Presiden Mesir.
Presiden El-Sisi menegaskan kembali tekad kedua negara untuk menerjemahkan persahabatan sejarah menjadi proyek yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
”Keputusan kami hari ini untuk menerjemahkan hubungan sejarah dan kemitraan strategis menjadi program dan proyek konkret mencerminkan tekad kuat kami untuk memajukan kepentingan bersama kedua bangsa”, tegasnya.
Empat Nota Kesepahaman Disepakati
Sebagai hasil konkret dari pertemuan tersebut, kedua negara resmi menandatangani empat dokumen kerja sama:
1. Nota Kesepahaman tentang Rencana Aksi Kemitraan Strategis
2. Nota Kesepahaman Pembebasan Visa untuk Paspor Diplomatik, Dinas, dan Khasa
3. Nota Kesepahaman Kerja Sama Bidang Statistik
4. Nota Kesepahaman Bidang Kelautan dan Perikanan
Selain penandatanganan dokumen, kedua Presiden juga membahas pentingnya konsultasi rutin tingkat tinggi, penguatan kerja sama ekonomi, pertahanan, serta komitmen bersama mendukung solusi dua negara untuk perdamaian Palestina.

