Lebong,sapuanrakyat.com – Gelombang kekhawatiran masyarakat terkait dugaan kualitas Bahan Bakar Minyak (BBM) yang memicu kerusakan kendaraan di sejumlah wilayah Provinsi Bengkulu kini menyebar hingga ke Kabupaten Lebong. Namun, warga diminta tidak cemas berlebih, karena satu-satunya Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang beroperasi di daerah ini menerapkan pengawasan ketat terhadap setiap pasokan yang masuk.
Di Kota Bengkulu belakangan ini muncul laporan puluhan pengendara yang mengalami gangguan mesin hingga kendaraan mogok setelah mengisi bahan bakar jenis Pertalite. Ditemukan indikasi adanya endapan tidak wajar di tangki bahan bakar, yang diduga terkait kualitas BBM yang diterima. Kendati permasalahan tersebut sejauh ini belum tercatat di wilayah Lebong, keresahan warga tetap muncul.
Menanggapi hal itu, Pengawas SPBU Amen Kabupaten Lebong, Chandra, memastikan pihaknya tidak melonggarkan pengawasan sedikit pun. Setiap kali kiriman BBM dari Pertamina tiba, dilakukan pemeriksaan sampel secara langsung sebelum bahan bakar disalurkan ke tangki penyimpanan.
“Kami memiliki Standar Operasional Prosedur yang dijalankan konsisten. Setiap truk pengantar datang, kami ambil sampel, periksa kualitas maupun kuantitasnya, pastikan sesuai standar, baru dijual ke masyarakat. Jadi untuk pasokan di Lebong, kualitasnya terjamin,” ujar Chandra saat dikonfirmasi, Minggu (4/10/2026).
Hingga saat ini, belum ada satu pun pelanggan yang melaporkan kendaraan bermasalah pasca pengisian di SPBU tersebut. Chandra menegaskan, tidak ada keluhan terkait sumbatan filter, endapan, atau gangguan mesin yang diduga bersumber dari bahan bakar yang dijual.
Dari sisi ketersediaan stok, pasokan dinilai aman dan lancar. SPBU Amen menerima pasokan Biosolar sebanyak 8 ton serta Pertalite 16 ton, mencukupi kebutuhan warga Lebong. Pantauan di lokasi menunjukkan antrean kendaraan tetap terkendali, dengan truk antardaerah juga terlihat ikut mengisi bahan bakar.
“Kami memahami kekhawatiran warga, oleh karena itu jaminan kualitas ini kami sampaikan secara terbuka. Masyarakat tak perlu ragu, kami jaga kepercayaan ini dengan pemeriksaan yang teliti,” tambah Chandra.
Dengan jaminan pengawasan ketat ini, warga Kabupaten Lebong diharapkan dapat beraktivitas normal tanpa khawatir mengenai kualitas bahan bakar yang dikonsumsi.
