Lebong,SapuanRakyat.com – Dua tahun telah berlalu sejak H. Azhari dilantik sebagai Bupati Lebong. Namun bagi masyarakat Kecamatan Topos, janji yang disampaikan saat kampanye untuk memperbaiki Irigasi Air Buah hingga kini belum terlihat realisasinya. Kekecewaan pun tak terelakkan, sementara ratusan hektar sawah tetap terancam kekeringan.
15 Tahun Terbengkalai, Warisan H. Nain Terabaikan
Baca Juga: SMP N 1 Rejang Lebong Luncurkan Buku Antologi Cerpen “Ibu di Ujung Senja” Karya Siswa
Sejarah mencatat bahwa Irigasi Air Buah merupakan warisan berharga yang digagas dan dibangun pada masa kepemimpinan tokoh masyarakat yang sangat dihormati di Topos, H. Nain. Berkat perjuangannya bersama warga, saluran air ini menjadi sumber kehidupan yang menghidupi pertanian di kawasan Topos selama puluhan tahun. Sawah bisa ditanam dua hingga tiga kali setahun, dan Topos dikenal sebagai salah satu lumbung padi di Kabupaten Lebong.
Namun, sekitar 15 tahun yang lalu, kondisi irigasi mulai terabaikan. Tanpa perawatan rutin, saluran air perlahan tertimbun tanah, rusak, dan akhirnya tidak dapat digunakan lagi. Selama satu setengah dekade ini, petani Topos harus menelan pahit realita: seluas 459 hektar lahan persawahan kini terancam gagal panen hanya karena air tidak mengalir.
Dua Tahun Kepemimpinan H. Azhari, Janji Masih Menjadi Harapan
Saat masa kampanye pilkada, perbaikan Irigasi Air Buah menjadi salah satu poin yang disampaikan H. Azhari kepada masyarakat Topos. Warga pun optimis — percaya bahwa pemimpin baru akan memulihkan urat nadi pertanian mereka yang sudah lama mati.
Kini, dua tahun telah berlalu. Harapan itu belum terwujud. Seorang tokoh masyarakat menyampaikan kekecewaannya:
”Pak Bupati sudah menjabat dua tahun. Dulu beliau berjanji akan memperbaiki Air Buah jika dipercaya memimpin Lebong. Kami dukung beliau, kami percaya. Tapi hingga hari ini, saluran itu masih sama rusaknya seperti 15 tahun yang lalu. Kami tidak minta yang sulit, cukup tepati janji yang sudah diucapkan.” Ucap masyarakat setempat dengan nada yang sangat kecewa.
Warga juga menegaskan bahwa persoalan ini bukan hal baru. Sudah berulang kali disampaikan dalam setiap masa reses, namun hingga saat ini belum ada alokasi anggaran yang jelas untuk rehabilitasi.
”Janji di panggung kampanye indah sekali. Tapi di lapangan, air tetap tidak mengalir. Kami harap sisa masa jabatan ini bukan hanya untuk melantik program baru, tapi menyelesaikan apa yang sudah lama menjadi kebutuhan dasar rakyat,” tambahnya.
Redaksi Sedang Menelusuri Kendala
Sampai berita ini diterbitkan, awak media SapuanRakyat.com masih berupaya menelusuri secara langsung apa kendala yang dihadapi Pemerintah Kabupaten Lebong di bawah kepemimpinan Bupati H. Azhari, sehingga janji memperbaiki Irigasi Air Buah belum juga terealisasi. Informasi perkembangan selanjutnya akan kami sampaikan kepada pembaca secepatnya setelah mendapatkan penjelasan resmi dari pihak terkait.

