Bengkulu, Sapuanrakyat.com – Pencarian terhadap RUP (16), siswi SMA Negeri 3 Kota Bengkulu yang nekat mengakhiri hidupnya di Pantai Berkas, akhirnya membuahkan hasil. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia oleh tim gabungan Basarnas dan Kepolisian di kawasan Pasar Bengkulu (Pasar Kuala), Kota Bengkulu, Selasa (20/10/26) pagi.
Jasad korban ditemukan terdampar di pinggir pantai dekat kawasan Kota Tua, berjarak sekitar 3,5 kilometer dari titik awal korban dilaporkan tenggelam.
Dandan Tim (Dantim) Basarnas Bengkulu di lokasi kejadian, Panji Andika, membenarkan penemuan jasad korban tersebut.
”Korban berhasil ditemukan sekitar pukul 05.40 WIB di pinggir pantai dekat kawasan Kota Tua, atau berjarak kurang lebih 3,5 kilometer dari lokasi awal hilang,” ungkap Panji Andika.
Usai dievakuasi dari bibir pantai, jenazah korban langsung dilarikan ke fasilitas medis terdekat. “Saat ini korban sudah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Bengkulu untuk proses penanganan lebih lanjut,” tambah Panji.
Sebelumnya, korban yang merupakan warga Perumahan Indah Pesona Blok E, RT 40, Kelurahan Sukarami, Kota Bengkulu, dilaporkan hilang terseret ombak sejak Senin sore. Aksi nekat tersebut diduga kuat dipicu oleh tekanan psikologis akibat konflik domestik.
Berdasarkan data yang dihimpun di lapangan, korban sempat terlibat perselisihan dengan orang tuanya selama tiga hari berturut-turut. Dalam kurun waktu tersebut, korban berulang kali mengutarakan niatnya untuk mengakhiri hidup.
Kapolsek Teluk Segara, AKP Noprizal, mengonfirmasi motif di balik insiden tragis ini.
”Dari keterangan pihak keluarga, korban memang sempat terlibat cekcok dengan orang tuanya selama tiga hari terakhir. Selama perselisihan itu, korban kerap mengancam akan bunuh diri,” jelas AKP Noprizal.
Insiden bermula sekitar pukul 18.30 WIB ketika korban mendatangi kawasan Pantai Berkas seorang diri mengendarai sepeda motor. Setelah memarkirkan kendaraannya, korban berjalan lurus menuju bibir pantai dan bersiap menerjang ombak.
Dua orang pengunjung pantai yang melihat gelagat mencurigakan sempat berusaha menahan dan mencegah tindakan korban. Namun, karena korban terus memberontak dan situasi tak terkendali, saksi meminta bantuan warga serta mengabarkan kejadian tersebut kepada pihak keluarga.
Upaya penyelamatan warga dan keluarga berpacu dengan waktu. Begitu mereka Tiba di lokasi, korban sudah telanjur menceburkan diri dan terseret arus deras hingga akhirnya menghilang, sebelum ditemukan meninggal dunia keesokan harinya.
Diduga Depresi Siswi SMA di Bengkulu Terjun ke Laut Ditemukan Meninggal
