Lewati ke konten

Angka Stunting Turun, Pemkab Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor Lewat Program INEY

Bagikan

RL,sapuanrakyat.com – Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong terus memperkuat upaya percepatan penurunan stunting sekaligus meningkatkan cakupan imunisasi melalui evaluasi pelaksanaan program Integrated Nutrition in Early Years (INEY) Fase 2 tahun 2026.
‎
Kegiatan Diseminasi dan Monitoring Evaluasi Pendampingan Terpadu Intervensi Gizi Spesifik Program INEY Fase 2 berlangsung di Ruang Rapat Bupati Rejang Lebong, Kamis (15/10/2026). Kegiatan ini dihadiri Asisten II Sekretariat Daerah Kabupaten Rejang Lebong, Titin Verayensih, SKM., MKM., Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu, Yasman, AMK., S.Pd., M.Pd., M.KM., serta Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Rejang Lebong, drg. Asep Setia Budiman.
‎
‎Turut hadir Direktur Poltekkes Kemenkes Bengkulu, Linda, SST., M.Kes., tim monitoring Kementerian Kesehatan yang dipimpin dr. Fitri, M.KM., kepala OPD terkait, camat, kepala desa, tim INEY, serta pemangku kepentingan lainnya.
‎
‎Angka Stunting Turun dari 1,7 ke 1,3 Persen
‎
‎Asisten II Setdakab Rejang Lebong, Titin Verayensih, menyebut kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mengevaluasi sekaligus menyusun langkah strategis penurunan stunting. Berdasarkan data yang dipaparkan, angka stunting di Rejang Lebong berhasil turun dari 1,7 persen menjadi 1,3 persen dari jumlah balita. Capaian ini dinilai positif namun perlu diperkuat melalui sinergi semua pihak.
‎
‎”Upaya penurunan stunting harus dilakukan secara berkesinambungan, mulai dari kelompok remaja putri, calon pengantin, ibu hamil, hingga bayi dan balita. Selain itu, cakupan imunisasi dan perbaikan sanitasi lingkungan juga menjadi bagian penting yang perlu diperhatikan,” ujar Titin.
‎
‎Ia menegaskan, penurunan stunting bukan hanya tanggung jawab Dinas Kesehatan, melainkan seluruh elemen pemerintahan hingga masyarakat. Pemkab Rejang Lebong akan kembali menggiatkan Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) dan menindaklanjuti rekomendasi hasil pendampingan INEY bersama Poltekkes Kemenkes Bengkulu dan Kementerian Kesehatan.
‎
‎Kemenkes: Libatkan Semua Sektor, Termasuk Kesehatan Lingkungan
‎
‎Sementara itu, tim monitoring Kementerian Kesehatan, dr. Fitri, M.KM., memberikan apresiasi atas komitmen Rejang Lebong. Ia menekankan penanganan stunting dan peningkatan imunisasi tidak bisa hanya mengandalkan sektor kesehatan, melainkan memerlukan dukungan lintas sektor yang kuat.
‎
‎”Intervensi gizi dan pelayanan kesehatan perlu diiringi dengan penguatan kesehatan lingkungan. Akses terhadap air minum yang aman, sanitasi layak, perilaku hidup bersih dan sehat, serta pengelolaan sampah dan limbah berperan penting dalam mencegah penyakit infeksi yang dapat mengganggu pertumbuhan anak,” jelasnya.
‎
‎dr. Fitri mendorong penyusunan rencana aksi yang terarah dan terukur, melibatkan Bappeda, Dinas Kesehatan, Dinas terkait, pemerintah kecamatan dan desa, serta mempertahankan capaian bebas buang air besar sembarangan atau Open Defecation Free (ODF).
‎
‎Evaluasi INEY Jadi Bahan Perbaikan Berkelanjutan
‎
‎Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Rejang Lebong, drg. Asep Setia Budiman, menyambut baik hasil pendampingan tim INEY. Ia menyebut masukan dari lapangan sangat berharga untuk memperbaiki kualitas program ke depan.
‎
‎”Melalui pendampingan tim INEY, kita mendapatkan data dan gambaran yang lebih jelas mengenai permasalahan stunting maupun imunisasi di lapangan. Hasil evaluasi ini menjadi bahan penting bagi kita untuk menentukan langkah perbaikan ke depan,” pungkasnya.
‎
‎Dengan adanya rekomendasi dari kegiatan ini, seluruh pihak berkomitmen untuk memperkuat koordinasi dan kolaborasi lintas sektor agar penurunan angka stunting di Rejang Lebong dapat terus berjalan berkelanjutan dan lebih optimal.

Tinggalkan komentar