Lewati ke konten

Seleksi Pilkades di Lebong Kisruh, Bupati Ambil Alih

Bagikan

Lebong, SapuanRakyat.com – Dinamika Pilkades Serentak Kabupaten Lebong semakin berkembang setelah Bupati Lebong H. Azhari, S.H., M.H., mengambil langkah penting untuk menghentikan sengketa yang berkembang di tiga desa: Desa Lemeu (Kecamatan Uram Jaya), Desa Semelako I, dan Desa Danau Liang (Kecamatan Lebong Tengah). Seusai rapat bersama unsur FKPD/Forkompinda, pemerintah kabupaten memutuskan agar proses seleksi tambahan bakal calon kepala desa di ketiga desa tersebut diambil alih oleh tim kabupaten dan dilakukan seleksi ulang pada Minggu (25/10/2026) sekitar pukul 14.00 WIB di Kantor PMD Kabupaten Lebong.
‎
‎Keputusan ini merupakan tindak lanjut dari aksi penyampaian aspirasi ratusan simpatisan salah satu calon dari Desa Lemeu yang sebelumnya mendatangi kantor PMD untuk mempertanyakan hasil penetapan calon serta meminta keseragaman penerapan mekanisme asesmen. Bupati Azhari menyatakan bahwa langkah ini diambil agar seluruh tahapan berjalan sesuai peraturan yang berlaku, lebih transparan, dan tidak memicu konflik horizontal di tengah masyarakat.
‎
‎“Ini adalah proses demokrasi, jangan melanggar aturan dan patuhi koridor yang ada,” tegas Bupati Azhari kepada awak media. Ia menegaskan bahwa tim kabupaten akan melaksanakan seleksi ulang secara langsung guna memastikan keseragaman penilaian bagi seluruh bakal calon. Langkah ini juga dimaksudkan untuk meredam ketegangan yang mulai muncul, karena informasi di lapangan menyebutkan massa dari Desa Lemeu dan Desa Semelako I mulai bergerak menuju kantor PMD, sehingga aparat keamanan telah bersiaga untuk mengantisipasi kemungkinan benturan kepentingan.
‎
‎Pemerintah kabupaten mengajak seluruh pihak, terutama para pendukung calon, untuk menahan diri, menjaga kerukunan, dan menyerahkan sepenuhnya proses verifikasi serta penilaian kepada tim yang ditunjuk. Kedewasaan dalam berdemokrasi diharapkan menjadi kunci agar proses pencalonan kepala desa tidak mengganggu stabilitas keamanan dan kehidupan bermasyarakat di wilayah tersebut.

Tinggalkan komentar